Apa Saja Pakaian Adat Makassar? Inilah Penjelasan Tentang 6 Pakaian Adat Makassar

Pakaian adat adalah salah satu budaya yang harus diketahui dan dilestarikan. Bagi kalian yang belum mengetahui pakaian adat 34 provinsi di Indonesia, alangkah baiknya untuk mencarinya di internet sebagai wawasan tentang keragaman budaya Indonesia.

Tahukah kalian bahwa di Makassar atau Sulawesi Selatan ini terdapat 6 jenis pakaian adat yang berbeda-beda? Inilah bukti bahwa Makassar memiliki budaya yang begitu beragam. Dari pakaian adat saja sampai 6 jenis. Simak penjelasan di bawah ini.

6 Pakaian Adat Makassar

  1. Bella Dada

Pakaian Bella Dada merupakan pakaian yang dikenakan khusus untuk kaum pria saja. Pakaian Bella Dada ini merupakan pakaian yang berasal dari Bugis-Makassar. Seperti namanya, arti dari pakaian Bella Dada adalah pakaian yang memiliki belahan pada bagian dada.

Pakaian Bella Dada merupakan pakaian dengan lengan panjang yang berkerah. Di bagian tengah disusun kancing yang berwarna berwarna emas. Pada bagian dada, terdapat saku di bagian kanan dan kiri. Untuk kainnya, biasanya bermotif polos dengan warna yang cenderung terang.

Untuk bawahannya, pria memakai celana yang disebut paroci dan ditutup menggunakan sarung kain atau dinamakan lipa’ garusu. Pada kepala, dipakaikan penutup kepala yang dinamakan Pasappu’. Sebagai pelengkap, pria yang memakai pakaian Bella Dada juga mengenakan aksesoris berupa gelang dan badik.

  1. Bodo

Bobo merupakan pakaian adat Bugis-Makassar bagi kaum perempuan. Pakaian Bodo merupakan pasangan dari pakaian Bella Dada. Bagi orang Bugis, pakaian ini lebih sering disebut sebagai Waju Ponco.

Bodo dalam bahasa Makassar berarti lengan pendek. Sehingga pakaian ini memiliki lengan yang pendek. Pakaiannya berbentuk seperti persegi dengan bagian bawah menggelembung layaknya balon.

Baju Bodo sendiri terbagi menjadi 2, yaitu baju Bodo yang panjangnya sampai pinggang dan baju Bodo yang panjangnya hingga bawah betis. Untuk yang sampai pinggang biasanya dikenakan oleh remaja putri, pengantin, dan penari. Sedangkan untuk yang sampai betis dikenakan oleh orang dewasa. Warna baju Bodo juga disesuaikan dengan si pemakai, seperti kuning dan jingga untuk anak muda dan merah untuk orang dewasa. Lalu ada putih untuk strata sosial rendah, hijau untuk bangsawan, dan ungu untuk para janda. Untuk bawahannya mengenakan sarung dengan motif kotak kotak. Sedangkan aksesorisnya berwarna emas, mulai dari hiasan kepala sampai gelang.

  1. Jas Tutu’

Tutu’ dalam bahasa Bugis berarti tutup. Jas Tutu’ merupakan pakaian adat Bugis bagi pria. Baju ini mirip dengan Bella Dada, memiliki lengan panjang, kancing emas, saku, dan berkerah. Untuk bawahannya menggunakan celana panjang dan sarung dengan warna terang. Bedanya dengan Bella Dada, Jas Tutu’ menggunakan songkok sebagai hiasan kepalanya

  1. Labbu

Hampir mirip dengan baju Bodo. Hanya saja baju Labbu menggunakan lengan panjang yang lebih ketat dari siku sampai pergelangan tangan. Kain yang digunakan berupa kain sutera tebal. Bawahannya berupa kain sarung atau lipa’ bermotif kotak dan berwarna terang. Aksesorisnya menggunakan perhiasan yang berwarna emas.

  1. Seppa Tallung Buku

Seppa Tallung Buku merupakan pakaian adat pria yang berasal dari suku Toraja. Panjang lengannya sesiku dan celananya selutut. Kain yang digunakan merupakan kain tenun dengan motif ataupun tanpa motif. Warna yang digunakan adalah warna yang terang. Aksesoris yang digunakan adalah kalung, ikat kepala, dan selendang.

  1. Baju Pokko’

Selaras dengan Seppa Tallung Buku, baju Pokko’ merupakan baju adat dari suku Toraja bagi kaum perempuan. Bajunya berupa lengan pendek dengan warna yang terang. Kain yang digunakan bisa kain polos maupun kain tenun. Untuk aksesoris terdiri dari rangkaian manik-manik yang diletakkan di kepala, dada, dan pinggang yang disebut kandaure.

Pakaian adat Makassar sangatlah beragam, terlihat dari 6 jenis pakaian di atas. Ini disebabkan oleh Makassar yang ditinggali oleh banyak suku, yaitu suku Toraja, suku Bugis, suku Makassar, dan lain sebagainya. Tetap lestarikan budaya Indonesia agar bisa diwariskan hingga ke generasi berikutnya. Kebudayaan dan keragaman merupakan identitas dari suatu bangsa.